BIDADARI KECILKU
Sewaktu kami tinggal di Montreal, nggak banyak yang bisa diceritain tentang Chika. Kecuali, badannya yang tinggi berisi, suka dandan, pemalu dan nggak banyak omong (kalo dibandingin abangnya yang nggak pernah berhenti ngomong). Selalu nempel aku, sampe ada opini kalo pengen liat Chika asli ya ke apartemen kami, itupun dengan catatan jangan rame-rame. Keluargaku di Jakarta amat sangat penasaran dengan sosok Chika, karena waktu kami berangkat ke Montreal, dia masih kecil, dan nggak meninggalkan kenangan yang banyak kecuali tukang nangis sambil teriak karena takut orang.
Ketika kami pulang ke Indonesia tahun lalu, tidak ada seorangpun keluargaku yang dikenal Chika, tapi ajaib anak itu nggak butuh waktu lama untuk beradaptasi cuma 1 jam dirumah, dia langsung berinteraksi. Akhirnya kita sadar, kalo selama ini Chika bingung dengan banyaknya bahasa yang dia dapat. Di rumah, Indonesia, di sekolah, Perancis, di luar rumah, Inggris. Akhirnya dia memutuskan untuk lebih banyak diam, daripada salah ngomong.
Sekarang? Jangan ditanya, lebih sering suara Chika yang terdengar daripada suara Maulvi. Hobinya bertanya, nyanyi dan komentar.
Dulu, untuk membuat abang berhenti bertanya adalah dengan bertanya balik ke dia, tapi itu bukan jurus yang sama buat Chika, karena dia selalu punya jawaban. Dan Abbas tidak pernah bisa untuk bilang tidak, karena Chika selalu punya cara. Contohnya, waktu dia minta beliin baju, dia bilang,"Papa enggak pernah sayang aku, papa pengennya cuma pegang-pegang aku aja. Kalo papa sayang aku, beliin aku baju donk". Wah kalo itu kedengaran om Risun kan gawat, padahal kondisi sebenarnya, dia lagi dipijitin Abbas saat itu dan ada aku disana.
1 bulan yang lalu, dia bilang aku suka om Risun, teman papanya yang ganteng dan masih bujangan. tapi seminggu kemudian dia meralatnya, aku nggak boleh suka om Risun, soalnya aku masih kecil. Mama juga nggak boleh mencintai aku, karena cewek itu harusnya mencintai cowok, seperti mama dgn papa, mbah Akung dgn mbah Uti, tante Na dgn om Diki, kalo cewek mencintai cewek berdosa, jadi mama nggak boleh mencintai aku.
2 hari yang lalu, dia bilang, "aku lebih suka pangeran daripada cinderella, karena pangeran tanpa cinderella udah kaya, kalo cinderella nggak ada pangeran, miskin. My God. Padahal bulan depan dia baru mau ulang tahun ke-4!!!

